Tuesday, 28 July 2015

Nasihat Mangsi

MangSi, 14-Agustus-2014

Tuntaskan "tugas" yang sudah dimulai dari tahun1963.
Prioritas utama Preisen terpilih adalah "membangun " Papua dengan segala upaya dibidang Pendidikan mulai dari PAUD sampai SMA gratis. dIutamakan sekolah kejuruan. Kemudian pendidikan masyarakat secara keseluruhan. Kirim lulusan P.T yang menganggur ke seluruh Papua, jadikan mereka Wamil TNI..... Pertanian, Perikana, Kehutanan, Kelautan, Dokter, Ahli mesin dll-nya. Daripada beli Tank Leopard yang tak sesuai dengan kradaan lapangan, pake ongkosnya utk usaha Wamil ini.
KemHan, bangun Pangkalan TNI AL dan TNI AU di Papua.
Sampai tahun 1963, bangsa ini sanggup mengusir penjajah dan membebaskan daerah ini, seyogianya kita harus sanggup menyelesaikan "tugas" ini dengan membangun daerah ini.......Harga satu sak semen di Merauke harus sama dengan harga satu sak semen di Surabya !!!

MangSi - July 26 2015 at 10:35am

Untuk mengurangi Beban Pemerintah, disamping ngutang ke Luar Negeri juga harus berusaha untuk mengkuruskan Kabinet.........

Kementrian Ristek di bubarkan saja, sebahagian dari biayanya di salurkan untuk usaha "research" di berbagai Universitas umpamanya ITB, ITS, IPB dan lain-lainnya. Biarlah para mahasiswa mikir untuk menemukan hala-hal baru dibidang teknik umpamanya. Karena mereka hidup di Indonesiam=, mereka akan melihat kebutuhan yang nyata si rakyat kecil....umpamnya mencari jalan untuk pembuatan motor listrik untuk dipakai di speda gowes, mungkin becak dihidupkan lagi, atau kereta barang yang didorong, penjual keliling yang memakai alat jual yang didorong......kalau cape motor listriknya di jalankan mendorong dorongan jualannya.

Dana kepada ITS di Surabaya diperbesar umpamanya, biarlah para mahasiswa memikirkan bagaimana kapal-kapal tanker yang ditambat karena single bottom untuk di - daur ulang menjadi kapal yang berguna untuk bangsa dan Negara. Umpamanya, pelat-2 besinya dipotong-potong dalam ukuran tertentu untuk dipakai sebagai pelat-2 baja kapal baru yang lebih kecil. Umpamanya memenuhi "pesanan" Ibu Susi, mengremajakan armada kapal nelayan dengan kapal yang modern dilengkapi dengan GPS, Pemancar Darurat, Sonar untuk mencari kumpulan ikan-ikan. serta mesin yang lebih kuat dilengkapi dengan tangki-2 BBM yang besar-besar. Dengan demikian kapal-kapal nelayan itu bisa lebih lama dilautan dan dapat mencapai jarak yang lebih jauh untuk menangkap ikan....... atau membangun kapal-2 yang cukup besar dilengkapi dengan palkah (ruangan) pendingin yang luas dengan demikian dapat menampung ikan-ikan untuk didinginkan dari kapal-kapal penangkap ikan yang kecil-2. Juga kapal ini sebagai kapal "supply" untuk mengisi kebutuhan kapal kecil dengan makanan, BBM serta tempat hiburan ABK, menonton TV atau film.

Atau Pemerintah/ BUMN mengimpor dynamo atau alternator bekas mobil-2 tua di Amerika. Diangkut dengan kapal tanker tua, ditunda (ditarik dengan kapal tunda) ke pelabuhan di Banten atau di Surabaya.......kapal tankernja dipereteli, besi bajanya untuk membangun kapal baru.....

Biar mahasiswa di ITB memikirkan untuk mendaur ulang dynamo atau alternator mobil ini , kawat digulung kembali untuk dijadikan motor listrik yang nantinya dipakai di speda gowes, beca listrik, atau dorongan penjual keliling yang memakai dorongan....atau sebagai generator listrik dengan tenaga air sungai untuk dipakai penduduk dipedalaman. Atau sebagai generator listrik memakai tenaga angin di desa-desa dipedalaman dimana selalu ada hembusan angin yang kuat.

IPB, dananya dipakai juga utk meneliti tanaman terutama tanaman palawijo yang unggul, seperti meneliti bagaimana singkong dapat "membengkak" menjadi sebesar paha orang. Atau memberikan penerangan kepada penduduk untuk dianjurkan menanam tanaman herbal dibelakang atau didepan rumahnya serta memberikan keterangan-2 mengenai khasiat tanaman ini untuk kesehatan. .......
UI, dengan Fakultas Ekonominya turun ke Desa-desa memberikan penerangan soal "Home Economic" atau pembeljaran dasar mengenai ekonomi dengan memberikan pencerahan "itu tanaman herbal" agar dapat diusahakan sebagai penghasilan tambahan penduduk setempat. Apakahbergabung membentuk koperasi untuk menjual hasil tanaman herbal dan polowijo dengan demikian "melewati" tengkulak-2.

Dengan dana ini, dapat meweujudkan mahasiswa-2 jurusan kedokteran tingkat ahir untuk turun langsung ke Desa-desa terutama di pedalaman dalam pembelajaran kesehatan, up-grade bidan-2 dan hal-2 lainnya yang tidak dikerjakan oleh Puskesmas di daerah........

Mudah-mudahan tulisan ini dapat terbaca oleh Presiden......
minum kopi kebanyakan jadi ga bisa tidur malah melantur menulsikan lamunan-ku.ini, semoga ada kegunaanya.......

MangSi, 28 Juli 2015, 10.29


Bubarkan Kem urusan daerah terpencil, serahkan ke Kemhan .. Kement4iàn ini dapat mengurangi pengangguran dan sekali gus membangun daerah pedalaman..... Latih S1 yg menganggur. terutama dari bidang kedokteràn, bidang teknik, bidang pertanian, bidang ekonomi dan dididik pelatihan dasar Kopassus. Setelah lulus diangka5 sebagai perajurit TNI digajih selàmà menjadi peràjurit. Kemudian diterjunkan disaerah pedalaman beserta. peràlatan-peralatannya, ditugaskannselamà 2 tahun dilapangan. Tentunyà pindah dari satu daerah ke daerah lainnya dengan usaha sendiri. Dan berakhir dikota, untuk dikembalikan ke4umah masing2 dengan biayà Kemhan utk wakru tertentu untuk istirahat. Kemudian dipanggil kembali untuk memilih apakah tetap mau menjadi perajurit dengan pangkat perwira dan ditempàtkan di Divisi tertentu atau keluar. Tentu selàma ditugaskàn didaerah. Pedalaman, mereka mengajar penduduk utk bercocok tanam dengan cara terkini, mengenalkan tanaman herbal, membangun jembatan, membangun irigasi, jàlànàn, minihydro electric, koperasi, atau listrik tenaga surya atau angin, membangun puskesmas,.....dan pelajaran lainnya. Mengingat TNI.adàlah suatu organisasi yang berdisiplin dan jelas susunan

Untuk meringankan beban Pemerintah, Kabinet RI harus dikuruskan........
Bubarkan Kem Urusan Perempuan...karena sudah dianggap berhasil disatu sisi yaitu memberi peluang kepada wanita kelas menengah dan kelas atas telah berhasil dengan baik. Sudah ada Jenderal Wanita di TNI maupun di Polri. Sudah banyak wanita menjadi menteri yang berprestasi maupun yang tidak. Malah sudah ada wanita menjadi Menko yang kerjanya ongkang-ongkang kaki !..Sudah ada wanita yang mengabdi ke kekuatan asing dibidang keuangan.......dan terakhir ada wanita mengusulkan agar anak-anak Islam dikurangi pendidikannya karena takut akan menjadi teroris !

Dilain pihak, bagaimana persoalan wanita yang ditekan untuk mendukung usaha turisme asing. Jangan jauh-2 50-an km dari Ibu Kota jalanan menuju Puncak ada daerah turis asing asal Arab yang datang sebagai turis dan diperkenankan "kawin Siri".....2 atau 3 bulan kemudian bercerai. Si turis kembali ke keluarganya di Tim-Teng, wanitanya kembali ke rumah orang tuanya. Yang sangat menyedihkan adalah korban kawin siri ini adalah anak-anak gadis SMP yang digarap oleh calo-calo bukan saja untuk turis tetapi "kawin Siri" dengan orang kaya dari Kota-2 Besar. Anak kelas 3 SMP di-iming-iming dengan uang, ortunya diberi hadiah motor baru, anaknya dikawin untuk 3 bulan kemudian di cerai. Mau kembali sekolah malu dengan kawan-kawannya. Terpaksa tnggal dirumah menganggur. Mau bekerja dipabrik dianggap umur terlalu muda. Sewaktu dikawin mendapatkan uang belanja, begitu cerai uang belanja terhenti. Akhirnya hidup dari uang yang didapat sewaktu menjadi istri. Uang simpanan habis, tidak dapat bekerja, tetapi kenangan enaknya punya uang belanja tetap tak terlupakan. Bahayanya, juga karena "enak" menjadi istri terkenang terus, setelah bercerai menjadi bulan-bulanan calo-calo atau germo dengan di-iming-iming cerita mendapatkan uang dengan gampang sampai jutaan rupiah.......akhirnya jatuh kejurang kenistaan menjadi PSK.......kegagalan yang nyata bagi Kem Urusan Perempuan......wajar dibubarkan..........tak ada pemikiran untuk melindungi anak baru gede ini. Seharusnya ...mau kawin siri, tetapi kalau bercerai dan istrinya kemudian ketahuan mengandung, si ayah harus bertanggung jawab akan kesejahteraan anaknya...umpamanya diharuskan untuk membiayai anaknya sampai berumur 18 tahun, membiayai kehidupan sehari-hari dan biaya pendidikannya sampai SMA. Bukti bahwa anakya dapat melalui pemeriksaan DNA atau pembuktian lainnya...........seharusnya tidak ada itu hanya cukup dengan mengucapkan "aku cerai kamu", maka sahlah penceraian itu....ini hanya merendahkan harkat wanita dan melepaskan tanggung jawab suami kepada anak dan istrinya, menambah kemiskinan bangsa...sekarang ini bukan jaman jahiliah sekarang tahun 2015 !!.....



MangSi, 29-Juli-2015 


Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman......apa yang perlu dikoordinir...hanya Kementrian Kelautan dan Perikanan saja yang bergerak dilautan. Pelayaran Nusantara dan Perhubungan Laut adà dibawah Kemwntrian Perhubungan.....jadi Menko yang ini apa kerjanya, makan gajih buta !.....bubarkan Kemenko ini..!!!

Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.......kebudayaan asing terus berkembang dengan suburnya, celana jeans sangat ketat tetapi berjilbab......budaya Punk.......budaya ber-tattoo.....manusia bermental bokbrok buktinya para penjabat korupsi.......malah suami istri korupsi.... apa yang mau dibangun dari manusia-manusia begini ...Mba........ya akhirnya goyang-goyang kaki nakan gajih buta......benar0benar pemborosan uang negara...... Bubarkan KEMENKO INI !! 

MangSi, 30-Juli-2015

Menhub membagikan bus2 kekota-kota diseluruh Indonesia. Berita bagus.. Kalau Jonan sanggup bagi2 Bis,, pastinya Pak Anies juga sanggip bagi2 komputer ke sekolah-sekolah SMA. Tak usah laptop, komputer tower saja dengan monitor yg gede juga boleh. Caranya bagaimana ?...Dimulai dari kementrian pendodikan. Utk lebih efficient, seluruh komputwr tower di Kemenfrian ini diganti dengan laptopn. Komputer towernya dibagiàn ke sekolah SMA. Kemudian disusul denga Kementriàn lainnya, sehingha selurih SMA n termasuk Madrasah Negri maupuna swasta kebagiàn semua........Koputer tower ini dipakai di sekolàh2 ini utk belàjar mengumpulkan data² mengenaik keterangan di Rt/Rw dimana sekolah itu berada atau mengenai keyeràngan di Desà. Dimulai dengan anak2 keliling kerumah-rumah warga menanyakàn hal-hal .....jumlah lansià ,umur. lansia.jenis kelamin, hidup sendiri atau dengan keluarga.....kemudian apakah lansia itu didapurnya ada kompor elpiji atau memakai suluh.....berapa sering ke Puskemas utk periksa kesehatan ??...Group murid lainnya m3ncatat berapà banyak balita, bwrapa banyak anak yatim. Tentunya keteràngan ini dimasukkan di komputer sebagai pelajaran membentuk "data base"... K3mudiàn nanti secara berangsur !encari keterangan mengenai....jumlah kambinhg dan dombà dan ayam dipelihara. Berapa banyàk kerbau yang dipakai disaewah, apàkàh ada sungai atau selokàn yang melewati kampung, ada berapà warung, apakah kampungnyà dilewati ojeg,, berapa banyàk sumur, tanaman apa yang ditanam di kampung itu, beràpanyak pohon kelapà, berapa luas lahàn yang ditanami singkong.....dll. Sekarang tahun 2015 murid-2 harus mempersiapkan diri dengan twkmologi masa kini. Dilain pihak Pemerintah memulai persiapan untuk membangun pust keterangan di sertiap Propinsi untuk menampung keterangan murid-2 SMA ini, sehingga setiap propinsi mempunyaia data base dari setiap desà disetiap Propinsi. Ini akan memudahkàn mendapatkan keterangan 6ang sebenaenya. Di masa depan, untuk mengecek pupuk yang didrop disetiap desa akan mendapatkan keterangan yang sebenarnyà. Umpamànya pupuk di drop sekian ton, ternyata sawah ladang didesa itu ridak memerlukan jumlàh pupuk yang didrop. Kemana sisa pupuk yang tak terpakai ?......memudahkan pengontrolan. Atau Dinas Sosial akan mendaptpat keteràngn sebenarnya jumlah lansia di suattu Desa yàng memerlukan bantuan, atau jumlah balita yang perlu disuntik......jbersiap dari sekarang untuk menggampangkan menanggulangi persoalan dimasa yang akan datang.

No comments:

Post a comment